Cegah Penyakit dan Cara Memelihara Hamster

hamster


Pada dasarnya, hamster merupakan Hewan Peliharaan yg memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Namun hamster ternyata juga bisa terkena penyakit, ketika daya tahan tubuh hamster lemah. dan penyakit yang menyerang hamster sangatlah sulit untuk diditeksi karena tubuh hamster yang kecil. kesulitan lainnya adalah apabila penyakitnya tidak bisa diobati biasanya hamster akan cepat menemui ajalnya dalam jangka waktu 1-7 hari. kalo mau di bawa ke dokter hewan membutuhkan biaya yang cukup mahal, kalau mau di obati juga nggak tau apa obat penyakit hamster. Tetapi mencegah hamster yang sakit itu lebih penting dari pada mengobatinya, dan bagaimana cara agar hamster hidup sehat?

Berikut ini tips Cegah Penyakit Pada Hamster bagi kita seorang yang mau memelihara hamster. Jika kamu punya hamster di rumah, ada baiknya kamu menyediakan kotak ini. Jadi kalo hamster kamu sakit bisa cepat-cepat ditolong sebelum dibawa ke dokter.

Peralatan :
Gunting kecil (bisa gunting rambut atau gunting benang, jangan gunting kertas) :

Pakai yang ujungnya tumpul jadi tidak melukai hamster. Gunanya untuk memotong bulu hamster terutama kalo hamster itu luka dan butuh diberi obat sedangkan bulunya mengganggu.
Gunting kuku khusus binatang kecil.

Bentuknya beda dengan gunting kuku anjing. Biasanya juga ukurannya kecil.
Cotton buds. Untuk membersihkan luka dan memberikan obat2 cair ke atas luka.
Alat suntik tanpa jarumnya.

Untuk memberikan obat cair ke dalam mulut hamster. Pilih alat suntik yang ujungnya kecil jadi mudah dimasukan ke dalam mulut hamster.
Hair dryer kecil.

Kalau hamster kamu basah harus segera dikeringkan karena hamster lemah sama air. badannya lagi ngga kuat, hamster yang didiamkan basah bisa terserang flu dan pneumonia yang berakibat kematian.
Sarung tangan karet sekali pakai.

Ini berguna buat memegang hamster yang sakit. Soalnya kalo pake tangan nanti malah menular buat yang lain. Kalo hamster sakit akibat virus biasanya cepat menular dan bisa mengakibatkan semua hamster mati juga. Jadi kita harus extra hati2!

Obat-obatan :
Obat tetes mata (seperti visine, dsb).

Berguna banget soalnya hamster sering iritasi mata mengingat tempat hidupnya diantara serbuk2 kayu.
Alkohol. Ini untuk membersihkan luka.
Antiseptik ringan.

Campuran dettol dan air bisa untuk membasuh luka atau kalau campuran dettol yang konsentrasinya ringan bisa untuk untuk memandikan hamster, dengan cara diwash lap. Jangan dibasahin hamsternya! Cukup dilap aja. Guna lainnya adalah untuk membasuh tangan kita. Biasakan membasuh tangan sebelum dan sesudah memegang hamster. Kebersihan ini penting untuk kita sendiri. Alternatif lain bisa disediakan cairan khusus cuci tangan seperti handy clean dekat kandang hamster, jadi kalo mau pegang cuci tangan dulu. Alternatif lain bisa disediakan cairan khusus cuci tangan seperti handy clean dekat kandang hamster, jadi kalo mau pegang cuci tangan dulu. Hal ini perlu dilakukan karena tangan kita sendiri biasanya suka bawa penyakit buat hamsternya. Kita kan ngga tau di jalanan udah pegang apa aja. Iya kan?

Betadine.
Pokoknya obat luka. Soalnya kan kadang hamster suka berantem. Jadi kalo berdarah bisa cepet2 ditolong.
Antibiotik (erythrocin).

Jangan pake merk laen soalnya hamster itu sensitive ama antibiotic. Beberapa kasus yang aku denger sih banyak yang kasih amoxilin tapi hamsternya mati. Kalo ke apotik bilang harus merk itu. Apotik di Indonesia kalo ngga ada merk itu, suka ganti merk seenaknya jadi harus ati2! Gunanya jika hamster kamu luka trus infeksi, gunanya jika hamster kamu luka trus infeksi, bisa juga untuk mengobati flu yang parah.

Obat kutu khusus hamster.
Ini penting banget! Baca deh tentang penyakit pada manusia yang bisa disebabkan oleh binatang pengerat:

Plague (penyakit serius bahkan fatal yang berasal dari binatang pengerat. Panyakit ini disebabkan oleh Yersinia pestis dan disebarkan ke manusia lewat gigitan dari kutu tikus yang terinfeksi, terutama bubonic plague). Tapi ngak semua negara masuk dalam category ini. Unfortunately Indonesia ngak bebassama plague. Jadi hati2 ok. cara paling bagus sih biar penyakit ini ngak nempel ke hamster kamu yah kamu harus beli obat anti kutu khusus buat hamster.


Tanda2 hamster kena kutu? Menggaruk2 tubuh terus terutama di daerah belakang telinga (menggaruknya benar2 sering dan parah) trus kalo kamu balikin bulunya kamu kadang ngeliat bekas2 luka kecil akibat gigitan kutu.

Terimakasih sudah berkunjung.





Jenis Penyakit Pada Hamster

Pada intinya, hamster adalah Hewan Peliharaan yg mempunyai ketahanan badan yg kuat. tetapi, terdapat banyak penyakit yg mungkin saja bisa menyerangnya saat ketahanan tahan badan hamster lemah. Tetapi sangat susah untuk menditeksinya lantaran badannya kecil, kesusahan yang lain yaitu jika penyakitnya tak dapat diobati umumnya hamster bakal cepat menjumpai ajalnya dalam periode waktu 1-7 hari.


Berikut Ciri – ciri antra hamster yang sehat dengan hamster yang sedang terserang penyakit : 

Hamster yang sehat memilik ciri sebagai berikut :
- Mata mereka akan bersih, cerah, awas,
- Memiliki bulu yang mengkilap, dan
- Telinga yang tegak, meskipun hamster baru saja bangun dari tidurnya, sebentar saja      telinganya akan berdiri tegak dengan baik.

Sedangkan hamster yang sakit memiliki ciri sebagai berikut :
- Diam saja di sarangnya meskipun ada beberapa kejadian menarik di luar.
- Waktu dia keluar, matanya mungkin setengah tertutup dan telinganya tetap turun dan rata
dengan kepalanya.
Berikut ini beberapa penyakit umum yg menyerang hamster :

SALESMA
Salesma atau pilek pada hamster umum dikarenakan oleh hawa panas atau penurunan suhu dengan cara mencolok. Suhu yg ideal untuk hamster pada 18-22 derjat celcius diluar itu, selesma dapat juga ditularkan dari manusia. Tanda-tanda salesma diawali dari hamster yg kerap bersin serta kluar cairan dari mata serta hidung. Lantas hamster tampak lesu, matanya 1/2 tutup serta slalu tampak bergelung (tidur) disalah satu pojok kandang. Ada saatnya badan hamster bakal merasa dingin bila disentuh. 

DIARE 
Terjadinya diare bisa disebebkan mengkonsumsi sayuran serta buah2an yg terlalu berlebih serta terus-terusan, pergantian type makanan dengan cara mendadak, kandang kotor yg tak dibikin bersih, atau ada bakteri. Saat menanggung derita diare, sisi ekor hamster tampak slalu basah, terlebih di seputar anus serta ekornya. Lantaran hamster kerap buang air jadi kandang bakal berbau tak enak dan tampak kotor serta basah. umumnya, bau kandang hamster yg sehat tak menyengat serta kering.

8 Tips cara Merawat Hamster untuk Pemula

Beberapa orang tertarik untuk pelihara hamster juga sebagai hewan peliharaan lantaran binatang yang satu ini memang lucu banget serta menggemaskan. Umumnya kita tertarik pada hamster lantaran berwajah yang lucu, bentuk badannya yang mungil, kelakuannya yang menggemaskan, serta sudah pasti, lantaran hamster bukanlah tikus. Terdapat banyak panduan untuk kamu yang telah tidak tahan pelihara hamster. 
Di bawah ini saya mengulas Panduan Menjaga Hamster Untuk Pemula, semoga berguna serta menolong anda ; 

Sebelum Membeli

  1. Sepele: Pastikan seluruh anggota keluarga bisa mencintai hamster. Tidak semua orang bisa menerima kehadiran binatang di dalam kehidupannya. Walau demikian, memang memelihara hamster memiliki berbagai keuntungan, diantaranya: perawatan mudah, tidak berisik, ongkos pemeliharaan relatif murah, dan terdapat beragam jenis hamster yang dapat dipilih - tentunya dengan harga yang beragam. Mengapa kesiapan mental untuk memelihara hamster perlu? Perlu diingat, hamster yang kita pelihara nanti tidak bisa mencari makan sendiri. Oleh sebab itu, minimal kita perlu untuk rutin memberi makan dan minum. Jika seluruh anggota keluarga tidak memiliki kesiapan mental untuk belajar memelihara hamster, biasanya akan berujung pada kematian hamster karena ketidak-tahuan pemilik.  
  2. Adakah anggota keluarga yang alergi terhadap bulu hewan? Pertanyaan ini penting. Beberapa orang tidak tahan terhadap bulu hewan dan bisa mengakibatkan reaksi alergi. Untuk pengidap alergi (kasus ini jarang terjadi dan baru tercatat di Inggris dan Amerika), mohon berhati-hati terhadap hamster siria berbulu panjang. Dalam beberapa kasus, pengidap alergi tidak tahan terhadap hamster siria bulu panjang. Jadi, pada waktu membeli coba pegang hamster siria bulu panjang tersebut. Bila menimbulkan reaksi alergi, sebaiknya memelihara hamster siria bulu panjang hanya untuk dilihat, bukan dipegang. Normalnya, bulu hamster tidak akan rontok asal suhu ruang terjaga (sekitar 25 derajat Celcius). Diatas suhu kamar tersebut, bulu hamster dapat rontok dan dapat menjadi masalah serius bagi pengidap asma. Asalkan suhu ruang terjaga, hal ini tidak akan menjadi masalah. Penulis artikel ini memiliki penyakit asma dan sampai artikel ini ditulis belum pernah kambuh karena bulu hamster.
  3. Beli di petshop atau peternak yang baik. Hamster sebenarnya relatif mudah berkembang biak. Oleh sebab itu, ada beberapa peternak yang secara tidak bertanggung-jawab asal mengembang-biakkan. Akibatnya, banyak hamster yang genetikanya berantakan. Jika hanya pencampuran warna, ini tidak masalah. Namun sering kali terjadi perkawinan antar spesies, yang umum terjadi biasanya hamster champbell dikawinkan dengan hamster winter white. Makan penting untuk mengetahui jenis-jenis hamster, supaya tidak mendapatkan keturunan yang asal-asalan. Perkawinan antar spesies jugab beresiko untuk mendapatkan keturunan berikutnya yang cacat. Untuk referensi, dapat dilihat pada daftar peternak dan petshop yang telah disertifikasi oleh Klub Hamster Indonesia. Selain itu, dapat dilihat pada tempat penjualan, jika cukup terawat, kita bisa membeli di tempat tersebut.
  4. Anggaran dan biaya. Beda jenis hamster, beda harga. Kadang hamster dengan warna sama dijual dengan harga yang berbeda di tempat yang satu dan lainnya. Jangan terpancing oleh harga murah. Peternak yang baik biasanya justru tidak mau banting harga, karena untuk mempertahankan kualitas hamster bukanlah pekerjaan mudah. Selain itu, pikirkan biaya bulanan untuk memelihara hamster. Biaya bulanan untuk serbuk kayu dan makanan untuk sepasang hamster biasanya sekitar 30.000 - 50.000 per bulan. Bisa juga lebih jika kita menghendaki segala sesuatunya ekstra mewah untuk hamster kita.
  5. Tentukan tujuan memelihara: mau hamster berkembang biak atau tak? Maksud ini utama diputuskan mulai sejak awal. Usia hamster rata-rata dapat meraih 2-4 th., bergantung perawatan serta type. Saat subur hamster diawali mulai sejak usia seputar 4-6 bln.. Sepanjang dipelihara hamster dapat melahirkan 6 kali, dengan setiap kelahiran pada 3-15 ekor (rata-rata 6-8 ekor, untuk roborovski rata-rata 4 ekor). Dengan hal tersebut, dalam satu saat hidupnya, hamster dapat melahirkan lebih kurang 6 x 8 ekor = 48 ekor! Bila kita tak punya niat untuk jadi peternak, baiknya cuma pelihara hamster dengan type kelamin yang sama, untuk hindari perkawinan. Jantan atau betina? Pada prinsipnya sama. Tetapi KHI lebih merekomendasikan untuk pelihara jantan. Kenapa? Lantaran hamster jantan lebih toleransi pada sesamanya serta tak agresif. 
  6. Mau spesies apa? Di Indonesia ada 4 spesies hamster yang umum dipelihara, yakni hamster siria (Mesocricetus auratus), hamster champbell (Phodopus champbelli), hamster winter white (Phodopus sungorus), dan hamster roborovski (Phodopus roborovskii)
  7. Kandang dan perlengkapan. Untuk memelihara hamster tidak diperlukan kandang khusus. Untuk mengetahui spesifikasi kandang dapat dilihat di halaman berikutnya.
  8. Transportasi hamster. Pikirkan bagaimanakah hamster bakal dibawa pulang. Ingat : hamster tak tahan panas, angin kencang, serta air. Jadi, sepanjang perjalanan, yakinkan hamster terlepas dari ketiga hal itu. Saat yang baik untuk membawa hamster yaitu pagi, sore, atau malam hari. Tak dianjurkan untuk membawa hasmter pada siang hari. Upayakan ketika cuaca cerah. Tambah baik bila membawa hamster memakai container spesial dimasukkan tas kain yang di dalamnya di beri es batu untuk melindungi suhu terus stabil serta dingin.
© 2013 - 2014 Pet Center - All Rights Reserved - Protected by DMCA
Modified by Nanan Setiana
Back to Top